Minggu, Januari 08, 2012

PROSPEK KEDEPAN KERAJINAN MARMER TULUNGAGUNG

Sebuah Tinjauan potensi market Marmer Tulungagung berhadapan dengan kompetiror produk Asing.
Mesin Poles Otomatis Italy,Hightech
Dalam decade kedua ,kerajinan  Marmer Tulungagung telah mencatat perkembangan yang telah berarti dalam sejarah, dengan membuat loncatan sejarah dengan diperunakan tegnology-tegnology mesin dalam pengolahannya.Sepertimunculnya diskgrinder dan juga mesin bubut marmer. Demikian juga  torehan sejarah yang lain yang tercatat dalam perkembangan decade selanjutnya.

Pada saat ini trend mode pengerjaan yang kembali kealam , adalah tema yang sedang naik  daun ,dengan munculnya trend pasar wastafel dan meja kursi dari batu-batuan alami.
Benar-benar kembali kealam , hanya sedikit sekali sentuhan tangan , hanya mempolakan sedikit saja, jadilah kerajinan batu yang sangat elegant dan terkesan sangat mewah , akan tetapi tetap menampilkan tema naturalnya.Lantas seberapa besar pangsa pasar barang-barang  kerajinan marmer Tulungagung yang lainya? Bagaimana perkembangan kerajinan marmer Tulungagung yang mempergunakan tegnology  disk grinder dan bubut ?
Perkembangan pasar selanjutnya tetap mengarah ke pasar global,  kalau hanya mengharapkan pasar local,kerajinan ini sangat sulit berkembang ,karena kelihatannya pasar local sudah mulai jenuh. Sedangkan jika kita mengharapkan pasar global maka kita harus bersiap=siap untuk berhadapan dengan produk-produk sejenis dari Italy , India,China , dan  bisa saja sebentar lagi menjadi ancaman baru , mantan propinsi  Republik ini ,Timor Leste. Jika kita berhadapan dengan Italy , kita sangat kalah dalam hal tegnology. Mereka memproduksi marmer mereka dengan high tech yang  masih sulit kita kejar  oleh pengrajin kita. Masih jarang investor besar yang bermain di bidang marmer ini ,yang ada hanyalah pengusaha-pengusaha local saja. Sebagai contoh dibidang eksplorasi, di Tulungagung masih banyak yang memakai tegnology manual ,tenaga manusia saja,masih sering dipergunakan. 
Mesin Derek Otomatis Italy
 Kapasitas angkat dari teghnology yang tercanggih dari bagian eksplorasi di Penambangan marmer Tulungagungini hanya kisaran 3- 5 Ton saja , ini setara dengan 3M X 3M X4 M jika dikubikasi, sedangkan technology di Italy , sudah mampu mengangkat batuan dengan kubikasi 10M X 10 M X 15 M ,  kira-kira setara dengan 10- 15 Ton berat bahan,sangat jauh ketinggalan memang. Belumlagi tentang techlogy pengerjaan relief dan patung, meja-meja  marmer,mereka telah memperkenalkan techlogy yang cukup canggih. Betapa saya hanya bisa geleng-geleng kepala ketika mereka menawarkan techlogy ini pada saya melalui email, entah tahun berapa kita bisa seperti mereka.Lain waktu aja saya tampilkan perbedaan pengolahan antara diIndonesia dan Italy ini.
 Sedangkan untuk berhadapan dengan produk China kita selalu kalah  bersaing dalam hal harga, Di China tenaga kerja sangatlah murah , dan kwalitas produk mereka sudah cukup lumayan diperhitungkan .Bisa dibayangkan saja untuk produk mozaik dan parquet, unutk produk import dari China, barang ini masih ada selisih harga 10 ribu – 25 ribu permeter perseginya. ( Ini berdasarkan beberapakomentar dari pasar asing yang kami tawari barang ini lho ,  tenatang kebenarannya  masih belum terlalu valid , kita memang mesthi mencari sumber terpercaya dulu ) akan tetapi kalau melihat cirri khas produsen China , yach kira –kira demikian lah adanya. Bisa dibayangkan bagaimana pasar sepeda motor Jepang yang hampir-hampir  tergeser ditahun 2000_an awal dengan munculnya produk China , yang harganya hanya setengah dari produk motor Jepang ? sangat ,memukul keras pada tahun itu. Dan kekhawatiran kami tersebut akan sangat beralasan jika pemerintah tidak memberikan proteksi ketat untuk larangan produk import barang China ini atau minimal memberikan pajak yang mahal sehingga pengrajin  produk marmer Tulungagung ini merasa terlindungi pemerintah.
 Potensi Timor Leste  sebagai penghasil marmer adalah sangat besar, dan pada saat kami kesana  dalam rangka bekerja dulu,mereka sedang merencanakan pendirian semacam BUMN  dalam bidang marmer ini. Mereka memberikan passport dan Visa kerja gratis kepada banyak tenaga pengrajin di Tulungagung untuk mentransfer tegnology nya  pada mereka.Memang sich kala itu ditahun 1998, kita masih mengarahkan belanja barangnya di Surabaya dan Jakarta. Mereka kelihatannya sangat serius dalam mengelola pertambangan marmernya. Produk Timor Leste memiliki karakteristik batuan yang sangat tua dan padat sehingga jika memang pertarungan ini terjadi,kita akan kalah di bahan baku.Warna yang putih bercorak hitam padat, bisa mengkilap dengan terang , marmer ini hamper-hampir tembus cahaya atau  sekelas dibawah onix Bawean . Tapi  itu tidak berarti sumberdaya alam kita  akan kalah, karena diNusantara ini masih banyak sekali sumberdaya alam marmer dan jenis onix yang lebih bagus dari bahan Timor Leste ini.Seandainya mereka menjadi saingan pasar kita ,mungkin mereka harus mengejar ketertinggalan ini selama 10 sampai 20 tahun kedepan, nggak sombong hanya berusaha Pede aja.
Lantas apa yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan potensi marketkedepan entunya adalah keseriusan pemerintah dalam melindungi para pengrajin marmer Tulungagung ini.Keseriusan pembinaan yang selama ini masih setengah hati. Hanya dibina sedemikian rupa ketika ada kunjungan – kunjungan dari Pusat dan para tamu-tamu asing saja.hanya merupakan pembinaan pra Ceremonial saja, sedangkan dalam waktu-waktu biasanya  kami harus bisa melindungi diri sendiri, dengan segala keterbatasankami.”Koq masih enak di orde baru dulu ya ? “ begitulah kata para Tetua kami mengenang masa mereka.Karena pemerintahnya langsung turun tangan memberikan pembinaan dan juga bantuan peningkatan ketrampilan para pengrajin kami, memberi pembinaan untuk peningkatan kwalitas, tidak ketinggalan memberikan bantuan technology terbaru agar masyarakat lebih mengenalnya, sehingga dengan technology tersebut kita bisa lebih bagus  detail dalam pengerjaannya, bisa lebih cepat waktunya demikian yang terpenting bisa lebih selamat para tenaga kerjanya. Maklum para pengrajin kami melakukan pekerjaan mereka dengan “ Zero protection “ dalam standart safety empowerment. Suatu ketika saya mengatar seorang turis Jepang melihat –lihat proses penggergajian batu yang ukurannya sekitar 3 Ton, merka berkata denga  bahasa Inggris yang nggak terlalu fasih juga kayak saya , “ It’s amazing  and dangerous Job “ , Ketika saya ditanya oleh kawan-kawan tukang gergaji batu itu,  “ Bodin omong opo kuwi ? “ saya menjawab , mereka terkagum-kagum  dengan kalian semua, karena dinegara Jepang hanya orang gila yang sanggup melakukan pekerjaan berbahaya ini. Jawabku member support dan juga meledek…..

MyFreeCopyright.com Registered & Protected

Tags :